Komunikasi Pergaulan Lintas Budaya Antarbudaya Wisata Mancanegara dan Masyarakat

Studi Kasus Pulau Bunaken Turis mancanegara Dengan Penduduk setempat

Authors

  • Frangky Tarandung

Abstract

Kompetensi komunikasi pada lintas budaya sangat diperlukan di era global ini. Kompetensi
komunikasi berkaitan erat dengan sudut pandang seseorang tentang sekelompok orang tertentu
(stereotip). Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh stereotip antaretnik terhadap kompetensi
komunikasi di antara turis manca Negara dengan penduduk setempat di Kepulauan Bunaken.
Penelitian ini menggunakan perspektif objektif dengan metode pengumpulan data kuantitatif,
serta teknik analisis Structural Equation Model (SEM). Secara keseluruhan hasil penelitian ini
memperkuat keberadaan Teori Etnosentrisme, Teori Komunikasi Antarbudaya Gudykuns dan
Kim, serta Modell Kompetensi Komunikasi Antarbudaya Spitzberg. Para Penduduk setempat
dan Wisata manca negara saling berkomunikasi dengan melibatkan budaya ( nilai-nilai budaya),
sosio budaya ( pengalaman antaretnik ), dan psikobudaya ( prasangka social ). Model
kompetensi komunikasi antar budaya Spitzberg yang meliputi ; motivasi, pengetahuan, dan
keahlian berkomunikasi, telah teruji untuk kasus di Indonesia, khususnya turis manca Negara
dengan penduduk setempat di pulau Bunaken. Penulis berharap keberadaan teori-teori
komunikasi pergaulan antar budaya semakin berkembang di Indonesia.

Published

2015-06-22